Sosok Ayah Harun Al Rasyid, Sengaja Diundang Anies ke Debat Capres Awal
admin November 21, 2023 0

Harun Al Rasyid (15) kembali menjadi topik hangat usai disinggung Anies Baswedan di debat capres perdana, Selasa (12/12/2023). Harun tewas tertembak di kerusuhan pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dalam Slipi, Ibukota Indonesia Barat.

Anies pun mengundang kedua orang tua Harun, yakni Didin Wahyudin (50) juga Murniyati pada debat capres tersebut. Kemunculan ayah mendiang membuatnya disorot lalu tak sedikit yang dimaksud penasaran dengan profilnya.

Profil Ayah Harun Al Rasyid

Tak berbagai informasi persoalan ayah Harun Al Rasyid. Hanya saja, ia berusia 50 tahun dan juga istrinya bernama Murniyati. Mereka diketahui sebagai orang tua dari remaja yang menjadi salah satu korban tewas di kerusuhan pasca pemilihan 2019.

Didin juga mengungkap Harun miliki kakak yang digunakan kerap mengalami depresi. Kondisi ini terjadi usai anak sulungnya mengetahui sang adik pergi untuk selama-lamanya. Ia juga mengatakan teman-teman Harun merasa rindu.

“Harun ini anak yang tersebut dikangenin mirip teman-temannya oleh sebab itu iseng, jahil. Begitu kata temannya,” kata Didin ketika ditemui pada Rabu (13/12/2023).

Didin kemudian keluarga menetap di dalam kawasan Kebon Jeruk, Ibukota Indonesia Barat. Ia bercerita, beberapa hari sebelum debat, ada utusan Anies yang dimaksud datang ke rumahnya. Namun, ia dan juga istri tak bertemu orang itu dikarenakan sedang tidaklah ada di area rumah.

Saat itu, mereka itu sedang mengikuti pengajian dalam kawasan Megamendung, Bogor. Didin kemudian baru bertemu dengan utusan Anies pada keeseokan harinya. Setelahnya, ia berbicara dengan Anies melalui telepon.

Perbincangan keduanya diakui berlangsung singkat. Anies, kata Didin, ingin memohonkan izin untuk membantu menyuarakan Harun di forum debat itu. Didin pun menyetujui permintaan yang dimaksud dan juga datang ke kantor KPU.

“Jadi ia (Anies) bilang ‘terima kasih telah mau memberikan waktu orang saya untuk bertemu dengan bapak juga terima kasih telah mau berbincang dengan saya. Saya ingin meminta-minta izin untuk bapak bahwa saya akan menyuarakan Harun Al Rasyid di debat di tempat KPU’ lalu saya bilang ‘insyaAllah saya izinkan’,” ujar Didin meniru percakapan dengan Anies.

Didin mengaku senang sekaligus haru dikarenakan ada yang ingin menyuarakan keadilan melawan kematian anaknya. Ia juga menyebut, pada waktu masih menjabat Gubernur DKI, Anies menjadi satu-satunya pejabat yang tersebut melayat.

Di sisi lain, Didin menilai Harun adalah anak biasa yang dimaksud tiada paham politik. Ia lantas heran mengapa anaknya ditembak hingga tewas pada insiden 21-22 Mei 2019 itu. Padahal aparat seharusnya mengamankannya saja.

Menurut hasil otopsi pada waktu itu, kepolisian menyatakan ada peluru di dalam dada kiri korban. Hal ini menyebabkan Harun meninggal dunia. Didin pun meyakini bahwa penembak misterius anaknya itu adalah orang anggota kepolisian.

Namun, hingga sekarang tak ada kejelasan terkait sosok pelaku yang dimaksud menewaskan Harun. Didin bahkan belum menerima keadilan berhadapan dengan kematian anaknya. Untuk itu, ia mengizinkan permintaan Anies yang tersebut ingin menyuarakan keadilan.

Kepala Biro Penerangan Publik Divisi Humas Polri pada waktu itu, Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menyebut, Harun ditembak oleh penembak misterius dari jarak sekitar 11 meter. Dalam kerusuhan ini, tercatat ada sembilan korban tewas.

Mereka diduga merupakan perusuh. Adapun korban itu, yakni Harun Al Rasyid, Bachtiar Alamsyah, Abdul Azis, M Rehan Fajari, Muhammad Reza Widianto Rizki Ramadhan, Farhan Syafero, Adam Noorian, lalu Sandro.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Category: 

Leave a Comment