Kisah Harun Al Rasyid: Korban Tewas Kerusuhan Pemilihan Umum 2019 yang tersebut Disinggung Anies di Debat
admin November 25, 2023 0

Dalam debat Selasa (12/12/2023) calon presiden (capres) nomor urut satu, Anies Baswedan menyinggung perkara Harun Al Rasyid (15) yang dimaksud tewas pada kerusuhan pasca Pemilihan Umum 2019. Saat momen itu, ia turut mengundang ayah mendiang.

“Hadir bersatu saya di area sini, ayahnya Harun Al Rasyid (Didin). Harun Al Rasyid adalah anak yang mana meninggal, pendukung Pak Prabowo pada Pilpres 2019, yang menuntut keadilan pada ketika itu, berunjuk rasa hasil pemilu,” ungkap Anies.

Adapun hasil pemilihan umum ketika itu, Prabowo kalah pengumuman hingga menciptakan Jokowi menjadi presiden untuk periode kedua. Kerusuhan sendiri terjadi pada 21-22 Mei 2019 yang tersebut menyebabkan Harun Al Rasyid tewas. Ini adalah kisah selengkapnya. 

Kisah Pilu Harun Al Rasyid

Didin Wahyudin (50), ayah Harun, mengingat kembali persoalan anaknya yang tewas pada kerusuhan di tempat Slipi, Ibukota Barat, pada 22 Mei 2019. Menurutnya, anaknya ditembak oleh orang misterius yang dimaksud merupakan anggota kepolisian.

Ia mengaku pertama kali mendengar Harun tewas dari percakapan di dalam grup WhatsApp. Hal ini diketahui usai mencari keberadaan korban. Merasa lelah akibat tak kunjung ketemu, ia menyebarkan tentang kehilangan itu.

Didin mengirimkan foto anaknya ke grup WhatsApp itu. Tak berselang lama, ada kabar bahwa Harun sedang terbujur dalam rumah sakit. Ia pun segera mendatangi Rumah Sakit Kanker Dharmais tempat putranya ditangani.

Namun, ia tak menemukan jenazah anak keduanya itu. Harun rupanya sudah ada dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Ibukota Indonesia Timur, untuk diotopsi. Didin mengumumkan putranya ditembak peluru tajam di area bagian dada kiri hingga tewas.

“Anak saya (Harun) ditembak peluru tajam di area bagian (tubuh sebelah) kiri tembus ke dada. Bersarang di area dada peluru itu. Otopsi juga memang benar benar ada peluru tajam,” kata Didin pada waktu ditemui wartawan, Rabu (13/12/2023).

Ia meyakini, sosok yang dimaksud menembak Harun adalah anggota kepolisian. Meski begitu, hingga sekarang tak ada kejelasan terkait sosok pelaku yang dimaksud menewaskan anaknya. Didin juga masih berjuang demi keadilan menghadapi kematian putranya.

Didin yang dimaksud didampingi istrinya, Murniyati (46), mencoba mengorek lagi perkara itu. Ia mengungkapkan anaknya tak paham kebijakan pemerintah kemudian sempat mengajukan permohonan izin untuk bermain sebelum tewas. Hingga kini, ia masih terus menuntut keadilan.

“Sampai pada waktu ini belum ada kejelasan tentang tragedi ini. Lima tahun ke belakang saya kan berjuang mencari keadilan, namun terseok-seok serta enggak ada kepastian,” ucap Didin.

Kepala Biro Penerangan Warga Divisi Humas Polri ketika itu, Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menyebut, Harun ditembak oleh penembak misterius dari jarak sekitar 11 meter. Dalam kerusuhan ini, tercatat ada sembilan korban tewas.

Kesembilannya diduga merupakan perusuh. Adapun korban itu, terdiri dari Harun Al Rasyid, Bachtiar Alamsyah, Abdul Azis, M Rehan Fajari, Muhammad Reza Widianto Rizki Ramadhan, Farhan Syafero, Adam Noorian, juga Sandro.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Category: 

Leave a Comment