Benarkah Menghirup Aroma Pasangan Bisa Meredakan Stres?
admin Desember 3, 2023 0

Jakarta – Stres adalah hal tak terhindarkan pada keberadaan sehari-hari. Karena itu, sejumlah orang yang tersebut mencari cara untuk mengatasi stres kemudian menemukan kedamaian pada hidup mereka. Salah satu cara yang dimaksud menarik serta efektif adalah dengan menghirup aroma pasangan. 

Aroma adalah salah satu indera manusia yang mana paling kuat pada mempengaruhi emosi. Aroma dapat memicu kenangan, emosi, bahkan reaksi fisik. Hal ini oleh sebab itu hidung memiliki reseptor saraf khusus yang dimaksud terhubung dengan segera ke otak, teristimewa ke sistem limbik, yaitu bagian otak yang mana mengatur emosi. 

Dikutip dari Live Science, para peneliti dari University of British Columbia (UBC) menemukan bahwa mencium pakaian pasangan berkaitan dengan rendahnya kadar hormon stres kortisol di darah wanita. Penelitian ini menunjukkan bahwa aroma pasangan, bahkan tanpa penampilan fisiknya, dapat menjadi alat yang tersebut ampuh untuk membantu menghurangi stres.

Hofer kemudian timnya melakukan penelitian terhadap 96 pasangan heteroseksual. Para pria mengenakan kaus bersih selama 24 jam tanpa deodoran atau kosmetik beraroma, merokok, atau makanan yang mana mempengaruhi bau badan.

Dilansir dari Medical News Today, kaos pria ini kemudian dibekukan pasca 24 jam untuk melakukan konfirmasi aromanya masih utuh. Para wanita kemudian diminta mencium secara acak, kemeja yang belum pernah dipakai sebelumnya, kemeja pasangan, atau kemeja orang asing tanpa mengetahui dengan syarat kemeja tersebut.

Para wanita kemudian dites dengan wawancara kerja tiruan untuk meningkatkan stres mereka. Mereka juga diarahkan untuk memecahkan perihal matematika. Setelah itu, stres kemudian diukur melalui beberapa pertanyaan lalu sampel air liur untuk mengukur hormon kortisol mereka.

Hasil menunjukkan bahwa wanita yang dimaksud mencium kemeja pasangannya mengalami tingkat stres lebih besar rendah sebelum dan juga setelahnya ujian. Wanita yang dimaksud benar-benar mengidentifikasi kemeja pasangannya juga mempunyai kadar kortisol yang mana lebih lanjut rendah, menunjukkan bahwa mengetahui aroma pasangan miliki efek menenangkan.

Sementara itu, wanita yang digunakan mencium kemeja orang asing mengalami peningkatan kadar kortisol, yang mana kemungkinan besar disebabkan oleh respons pertahanan diri terhadap orang asing. Hasil ini serupa dengan wanita yang tersebut mencium kemeja baru yang digunakan belum pernah digunakan mirip sekali.

Dalam jurnal ini, peneliti yang dimaksud bernama Frances Chen mengungkapkan bahwa hasil ini dapat berguna bagi pasangan yang mana harus berpisah untuk waktu yang lama dikarenakan perjalanan kerja atau alasan lain. Hal ini dikarenakan mnghirup aroma pasangan dapat membantu meredakan stres di situasi apapun.

Aroma Pasangan Dapat Mempererat Percintaan

Category: 

Leave a Comment