Banyak Kasus Bunuh Diri Berhasil pada area Kalangan Remaja, Ini adalah adalah 4 Penyebabnya
admin Oktober 31, 2023 0

Belakangan, tindakan hukum bunuh diri di tempat kalangan remaja kian meningkat. Hal ini pun menjadi sorotan masyarakat. Yang menjadi pertanyaan, apa alasan para remaja yang disebutkan mengakhiri hidupnya?

Dokter spesialis ilmu kedokteran jiwa, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ mengungkapkan ada berbagai faktor yang tersebut menyebabkan remaja memilih mengakhiri hidupnya.

Dalam media briefing bersatu PB IDI (11/12/2023), Dr. Nova yang akrab disapa Noriyu itu membagikan beberapa faktor risiko yang mana menimbulkan seseorang mempunyai ide untuk bunuh diri. Berikut beberapa di tempat antaranya:

1. Loneliness (kesepian)

Kesepian menjadi salah satu faktor kuat yang mana menghasilkan seseorang memutuskan untuk bunuh diri. Noriyu menjelaskan bahwa faktor kesepian memproduksi mereka itu merasa sendiri, hingga akhirnya muncul pemikiran untuk mengakhiri hidupnya.

Di sisi lain, kesendirian juga bisa saja menjadi cara untuk mengetahui tanda-tanda risiko adanya keinginan remaja yang dimaksud untuk bunuh diri. Mereka yang digunakan kesepian patut untuk diperhatikan agar terhindar dari munculnya ide bunuh diri.

2. Burdensomeness (merasa dirinya sebagai beban)

Remaja yang tersebut merasa dirinya adalah beban, akan berpikir bahwa dia bukan bisa jadi memenuhi ekspektasi orang dalam sekitarnya. Hal ini kemudian bisa jadi mengakibatkan pemikiran untuk bunuh diri.

3. Belongingness (rasa memiliki)

Ketika remaja merasa dirinya tak diharapkan atau dimiliki oleh orang lain, ini akan membuatnya berpikir untuk bunuh diri. Misalnya, di keluarga dirinya seakan tergantikan. Atau di hal lainnya, ia merasa seperti tidaklah mempunyai keluarga. Situasi ini akan memancing ide-ide remaja yang disebutkan untuk mengakhiri hidupnya.

4. Hopelessness (putus harapan)

Hal lain yang tersebut menimbulkan remaja berpikir untuk bunuh diri yaitu sebab bukan adanya harapan. Ia merasa putus asa dengan harapan hidupnya. Hal yang dimaksud membuatnya memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Oleh lantaran itulah, perlu adanya upaya pencegahan agar keinginan bunuh diri itu bukan diadakan oleh remaja. Noriyu mengatakan, penting terus-menerus memerhatikan orang-orang yang ada di dalam sekitar kita, baik dari kebiasaan atau hal lainnya. Biasanya, akan ada pembaharuan perilaku orang tersebut. Hal ini menjadi cara mengetahui tanda seseorang ingin bunuh diri.

“Untuk memeriksa diri sendiri, ya kita lihat kebiasaannya, kalau sudah ada tidaklah sanggup ketawa maka sudah ada tidaklah beres. Itu salah satu hal simple bahwa ada inovasi yang mana terjadi,” ungkap Noriyu.

Noriyu juga berpesan agar bukan pernah menganggap remeh kesulitan kecil orang-orang terdekat, seperti keluarga. Cobalah setiap saat beri perhatian juga cari cara agar mereka tak merasakan faktor-faktor dalam atas.

Misalnya dengan mencoba melakukan hal-hal menyenangkan bersamanya tanpa menyinggung perasaan mereka. Hal ini akan menciptakan orang yang disebutkan tahu kalau dirinya diperhatikan.

“Jangan pernah menganggap remeh kalau anggota keluarga enggak ada masalah. Misalnya, kalau anggota keluarga enggak meninggalkan dari rumah, tunjukkan attention juga perhatian. Jadi bisa jadi mulai dari hal-hal yang mana bukan menyerempet hal-hal stresnya dia. Tapi ia tau kalau dirinya diperhatikan,” pungkasnya.

Category: 

Leave a Comment